Sikapi Kenaikkan BBM, Politisi PDIP Pekanbaru : Pak Jokowi Dikepung Kaum Kapitalis

Sikapi Kenaikkan BBM, Politisi PDIP Pekanbaru : Pak Jokowi Dikepung Kaum Kapitalis

Ruslan Tarigan, anggota DPRD Kota Pekanbaru

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengambil kebijakan tegas kepada anak-anak buahnya yang ingin menjerumuskan kepala negara atas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Presiden Jokowi harus lepas dari kepungan para elit politik kaum oligarki dan kapitalis yang hanya mementingkan kelompok untuk memperkaya diri.

Hal itu disampaikan Ruslan Tarigan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru kepada wartawan, Selasa, 6, September, 2022, di Pekanbaru menyikapi kenaikkan harga BBM Subsidi pada Sabtu, 3, September, 2022 kemarin.

"Saya yakin Pak Jokowi kebijakannya masih berpihak kepada rakyat, dan saya percaya Bapak Presiden memikirkan nasib rakyatnya, kenaikkan harga BBM ini sepertinya atas kehendak elit-elit yang ingin mengambil keuntungan untuk memperkaya kelompok dan pribadi kaum oligarki itu sendiri " tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Untuk itu tegas Ruslan, dia berharap agar Presiden Jokowi meninjau ulang kenaikkan BBM Subsidi ini.

Ruslan mengingatkan agar para kaum oligarki dan kapitalis di sekelilingi Presiden Jokowi untuk menghentikan segala niat jahatnya untuk menjerumuskan kepala negara dan menghancurkan ekonomi rakyat dengan mengambil keuntungan naiknya harga BBM bersubsidi ini.

"Rakyat saat ini setia bersama Presiden Jokowi, namun tidak dengan para kapitalis yang bersembunyi dan menggunakan Presiden Jokowi sebagai tameng mereka " tegas Ruslan.

Untuk diketahui, pada 3, September, 2022 kemarin, pemerintah telah memutuskan menaikkan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Harga Pertalite resmi dinaikkan menjadi Rp 10.000 per liter dari Rp 7.650 per liter, harga Solar naik menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter, dan Pertamax naik menjadi Rp 14.500 per liter dari Rp 12.500 per liter.

Meski ada kenaikan harga BBM, subsidi energi hingga akhir tahun ini diperkirakan masih melonjak menjadi sekitar Rp 650 triliun dari asumsi awal Rp 502,4 triliun.  

Dikatakan Ruslan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi saat ini aneh, pasalnya saat ini harga minyak mentah dunia kini tengah mengalami tren penurunan.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait