PB Formalut Klarifikasi, Kriminalisasi Jurnalis Itu Dilakukan Wakil Wali Kota Tidore, Bukan Polisi

PB Formalut Klarifikasi, Kriminalisasi Jurnalis Itu Dilakukan Wakil Wali Kota Tidore, Bukan Polisi

Aksi Formalut di Mabes Polri Rabu (28/9/2022) tunttut penuntasan kasus kekerasan dialami jurnalis Nurkholis

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Muhammad Rizal Damola, Ketua Bidang PTKP Pengurus Pusat (PB) Forum Mahasiswa Maluku Utara (Formalut) se Jabodetabek memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi yang mereka lakukan di Mabes Polri pada Rabu (28/9/2022) .

Rizal yang juga sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) aksi di Mabes Polri tersebut mengatakan bahwa kasus kriminalisasi jurnalis di Kota Tidore terhadap Nurkholis sesungguhnya bukan ditujukan kepada pihak kepolisian seperti berita sebelumnya.

"Kriminalisasi itu diduga dilakukan oleh Muhammad Senen atau Wakil Walikota Tidore dan kerabatnya " kata Rizal kepada bukamata.co, Kamis (29/9/2022)dinihari melalui keterangan pers yang diterima bukamata.co.

"PB Formalut dalam keterangan pers maupun dalam orasi yang disampaikan di Mabes Polri tidak ada tudingan yang kami arahkan ke pihak kepolisian sebagai pelaku kriminalisasi seorang wartawan atas nama Nurkholis di Kota Tidore kepulauan " kata dia lagi.

Dia bilang aksi yang digelar PB Formalut di Mabes Polri adalah mengawal kasus kriminalisasi jurnalis yang diduga dilakukan oleh Wakil Walikota Tidore dan kerabatnya terhadap Nurkholis. "Dan bukan pihak polisi yang jadi pelaku kriminalisasi tersebut " timpalnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, massa aksi yang menamakan diri Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB Formalut) menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri).

Baca Juga : PB Formalut Tuding Polisi Kriminalisasi Jurnalis, Kapolres Tidore Tegaskan Tidak Ada 

Demo tersebut menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi PB Formalut, Muh Rizal Damola, melalui keterangan pers yang di terima bukamata.co, pada, Rabu, (28/9/2022) lantaran adanya tindakan penganiayaan terhadap jurnalis atas nama Nurkholis Lamau, Redaktur Cermat grup Kumparan.com di  rumah korban RT. 05 Kelurahan Rum Balibunga Tidoere Kepulauan (Tikep).

Penganiayaan tersebut beber M Rizal, berawal ketika Nurcholis membuat artikel “Hirup Debu Dapat Pahala” kalimat itu sebuah potongan dari pernyataan Wakil Walikota Tikep, Muhammad Senen pada acara Pembukaan Turnamen Domino di Kelurahan  Rum Balibunga.

Secara terpisah, Kapolres Tidore, AKBP Setyo Agus Hermawan membantah bahwa ada kriminalisasi wartawan di wilayah hukumnya. 

Bahkan kata AKBP Setyo Agus, dalam perkara yang menimpa jurnalis Nurkholis itu ada dua kasus yang dilaporkan.

"Pertama yang terjadi dengan korban atas nama Nurkholis pekerjaan insan pers. berdasarkan Laporan Polisi (LP) 1 dikenakan pasal 352, dan sudah ada putusan tetap dari pengadilan yakni putusan percobaan 1 bulan penjara. Dan LP yang kedua dalam proses pemeriksaan saksi-saksi dan rencananya pemeriksaan terlapor (Nurkholis) .dan ada upaya mediasi yang dilakukan dari pihak terlapor kepada pelapor " ungkap AKBP Setyo Agus, kepada bukamata.co, Rabu malam, (28/9/2022) melalui pesan daring dari gawainya.

Dan jelas-jelas kata AKBP Setyo Agus korbannya adalah Nurkholis yang berprofesi wartawan.

"Pelaku saudara Haryanto (kemudian) kasus kedua terlapor atas nama M Senen, Wakil Walikota Tidore " kata AKBP Setyo..

Hingga tegas AKBP Setyo Agus tidak ada yang namanya kriminalisasi terhadap wartawan seperti yang disampaikan PB Formalut tersebut. Dan juga kata dia proses hukum kasus tersebut tambah AKBP Agus lagi, saat ini sedang dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

"Belum (ada penetapan tersangka) sementara kita lakukan pemanggilan, setelah diperiksa kita gelar (perkara) untuk menentukan proses hukum selanjutnya " jelas dia lagi.

Kembali ia menegaskan bahwa tidak adanya kriminilasasi terhadap pekerja pers seperti yang disampaikan PB Formalut. "Ya ndak ada lah (Kriminalisasi) wong dia (Nurkholis) korban dikrimalisasi apanya " kata AKBP Setyo Agus. "Yang Haryanto sudah putusan inkrah .Yang untuk M Senen masih berproses " tutup AKBP Setyo Agus. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait