Hasil Survei, Bahtiar Ungguli 2 Nama Lainnya Untuk Pimpin DKI Jakarta

Hasil Survei, Bahtiar Ungguli 2 Nama Lainnya Untuk Pimpin DKI Jakarta

Lembaga Trust Indonesia merilis survei key opinion leader terkait Calon Plt Gubernur DKI Jakarta

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Bahtiar Baharuddin, Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi figur yang paling dibutuhkan untuk memimpin DKI Jakarta jelang berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan- Riza Patria Oktober tahun ini.  

Fakta tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Trust Indonesia. Dalam rilis survei key opinion leader terkait Calon Plt Gubernur DKI Jakarta itu, nama Bahtiar Baharuddin paling teratas yang diinginkan oleh warga.

Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini paling unggul di antara calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI lainnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Fadli, dari Trust Indonesia memaparkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Bahtiar paling unggul dari dua calon lainnya. 

AHmad Fadli menjelaskan, survei dilakukan secara online dalam rentang waktu 3 hari yaitu pada tanggal 28-30 September 2022.

Dimana populasi survei adalah responden pakar (expert) yang dianggap memiliki pengetahuan mendalam mengenai 3 Calon Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta 2022.

Dan jumlah responden survei sebanyak 112 responden, dengan tingkat keragaman responden pakar (expert) yang terdiri dari 8 profesi yaitu Birokrat, Akademisi, Pengusaha, Tokoh Masyarakat, Media (Pers), Aktivis Mahasiswa, LSM dan Pengamat Politik.

Dan hasil survei , mencatatkan bahwa Bahtiar berada ditingkat atas dengan tingkat kepuasan kinerja sebesar 76,2 persen. Kemudian disusul Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali 52,4 persen dan Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono 36,1 persen.

Data hasil tersebut disampaikan Fadli dalam diskusi bertajuk 'Pj Gubernur Jakarta dan Upaya Meredam Polarisasi Politik, secara virtual, Sabtu (1/10/2022).

"Nama Pak Bahtiar unggul dari tingkat kinerja, mulai dari kapasitas dan integritas, pengalaman, anti korupsi dengan tingkat kepuasan 76,2 persen," kata Fadli.

Dan dapat disimpulkan kata Fadli lagi, jika dilihat dari hasil key opinion leader maka para expert yang dilakukan wawancara itu mengarah kepada dua calon Pj Gubernur. Yakni, Bahtiar dan Marullah Matali.

"Untuk keyopinion leader kita tidak perlu menggunakan jumlah responden seperti popularitas, elektabilitas karena untuk opinion leader disini kita mengunci kepada expert saja dan tidak harus KTP DKI Jakarta.Tetapi mereka yang paham dan mengetahui kinerja atau mengetahui ptofil dari ketiga plt Gubernur DKI," beber Fadli.

Selanjutnya, hasil dari key opinion leader calon Plt Gubernur DKI Jakarta terbaik adalah Bahtiar dengan 59,8 persen, Marullah Matali dengan 35,7 persen dan Heru Budi Santoso dengan 4,5 persen.

Dalam data yang disampaikan dalam diskusi tersebut,  Fadli menjelaskan bahwa teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling (non-probability sampling) dengan merumuskan kriteria spesifik yang akan diteliti terlebih dahulu. 

Nama Bahtiar Baharuddin, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri,  sebelumnya sudah diajukan oleh DPRD DKI Jakarta. Dia menjadi salah satu dari tiga nama yang diusulkan DPRD DKI Jakarta sebagai calon Penjabat Gubernur DKI Jakarta.

Nama Bahtiar berpeluang memimpin ibu kota usai Gubernur DKI Anies Baswedan habis masa jabatannya pada 16 Oktober, mendatang.

Nama Bahtiar sendiri baru muncul ke permukaan sebagai calon PJ Gubernur DKI di detik-detik terakhir. 

Sebelumnya juga dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) yang digelar pada Selasa (13/9) lalu, Bahtiar memperoleh dukungan enam suara dari total sembilan fraksi yang ada di DPRD DKI. 

Sementara dua calon PJ Gubernur DKI lainnya mendapat dukungan dari seluruh fraksi. Dua calon lain itu yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali dan Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono.

Pria asal Bone Sulawesi Selatan ini saat ini menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri sejak dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian pada 27 Juli 2020 lalu.

Bahtiar berpengalaman dalam ilmu pemerintahan sejumlah posisi di Kemendagri pernah ia duduki.

Dimana, Bahtiar  pernah menjabat sebagai Kepala sub Direktorat Ormas Dirjen Polpum Kemendagri.

Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ini sempat menjadi Kepala Pusat Penerangan Kemendagri.

Tak hanya itu, dia juga memiliki pengalaman dalam memimpin daerah.

Tepatnya pada September 2020 lalu, Bahtiar sempat ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau, menggantikan Isdianto yang cuti untuk mengikuti Pilkada 2020.

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria akan berakhir pada 16 Oktober 2022. Dan mulai tanggal 17 Oktober hingga Pemilu 2024 selesai, Jakarta akan dipimpin oleh Pj Gubernur DKI. 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait