Survei LSI, PAN, NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi di Parlemen Jika Pemilu Dilakukan Hari ini

Survei LSI, PAN, NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi di Parlemen Jika Pemilu Dilakukan Hari ini

Grafis hasil Survei LSI Denny JA

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Tiga partai ini, masing-masing Partai Nasional Demokrat (NasDem) Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini memiliki keterwakilan di senayan terancam bakal tak ada wakilnya di DPR RI pada Pemilu 2024 nanti.

Pasalnya berdasarkan hasil survei dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada 11-20 September 2022, ketiga partai tersebut tidak memperoleh angkat minimal 4 persen untuk bisa mencapai parliamentary threshold atau Ambang batas parlemen. 

Karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) disebutkan bahwa ambang batas parlemen adalah sebesar 4 persen atau dengan kata lain partai politik yang memiliki suara 4 persen berhak untuk memperoleh kursi di parlemen.

Survei LSI itu mengungkapkan data bahwa Partai NasDem pada pemilu 2019 lalu memperoleh 10,26 persen, namun pada hasil survei September, 2022 ini partai besutan Surya Paloh itu cuma mendapat 3,9 persen.

PPP pada pemilu 2019 lalu mendapat perolehan kursi 3,30 persen dan hasil survei September, 2022 cuma dapat 2,3 persen.

Kemudian PAN pada pemilu 2019 mendapat perolehan kursi 7.65 persen pada survei LSI medio September 2022 ini turun dratis menjadi 2,1 persen.  

Survei LSI Denny JA ini juga mengungkapkan dukungan ke PDI Perjuangan dan Golkar memimpin.

Kedua partai ini sudah mendapatkan dukungan di atas 10 persen. Sedangkan partai lainnya masih di bawah 10 persen.

Jika pemilu dilakukan pada saat survei dilakukan, PDIP mendapatkan dukungan sebesar 20.9 persen.

Golkar mendapatkan dukungan sebesar 14.5 persen. 

Ditempat ketiga ada Gerindra dengan  dukungan sebesar 9.8 persen.

Selanjutnya ada PKS dengan dukungan sebesar 8.3 persen, PKB dengan dukungan sebesar 5.9 persen, Demokrat dengan dukungan sebesar 5.4 persen. "

Partai-partai lainnya dukungannya masih di bawah 4 " kata Denny JA dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co Selasa (1/11/2022).

Jika dibandingkan dengan persentase perolehan kursi pileg 2019, hanya PDIP dan Golkar partai yang pernah menang pemilu yang perolehannya mendekati suara pileg 2019.

PDIP pada saat pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 22.6 persen, saat ini berada pada level dukungan 20.9 persen.

Golkar pada saat pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 14.78 persen, saat ini pada level dukungan 14.5 persen.

Partai Demokrat yang pernah menang pileg pada tahun 2009, saat ini berada pada level dukungan 5.4 persen. Pada pileg 2019 yang lalu, persentase kursi Demokrat mencapai 9.39 persen.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait