Sepak Terjang Herman Tino, Pernah Dipidana Kasus Narkoba, Hingga Bisa Berhubungan Jaringan Narkoba Internasional 

Sepak Terjang Herman Tino, Pernah Dipidana Kasus Narkoba, Hingga Bisa Berhubungan Jaringan Narkoba Internasional 

Konferensi pers panagkapan 30 Kg Narkoba asal Malaysia di Mapolres Bengkalis Senin (21/11/2022)

Konfen- Herman Tino, alias Herman salah satu dari tiga kurir yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis pada Selasa, 15, November, 2022 sekira pukul 23.30 WIB sepertinya bukan pemain baru bisnis narkotika antar negara.

Pasalnya dia ditunjuk warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial L untuk menjemput dan mengamankan 30 kilogram narkotika jenis sabu itu sampai dijemput oleh calon pembelinya di dalam negeri.

Sepak terjang Herman Tino diungkapkan langsung oleh Iptu Toni Armando Kasat Narkoba Polres Bengkalis saat melakukan konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Bengkalis, Senin, (21/11/2022) di Bengkalis. Riau.

"Herman Tino ini juga pernah dipidana kasus yang sama (Narkoba) dia yang mendapat intruksi dari L, warga Malaysia untuk menjemput dan mengamankan kiriman narkotika dari Malaysia tersebut " ungkap Iptu Toni Armando kepada wartawan dalam konferensi pers tersebut juga dpimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko.

Diketahuinya peran Herman Tino ini ungkap Iptu Toni berawal dari ditangkapnya kurir lapangan yang diperintahkan Herman yakni Muhammad Hatta alias Ata.

M Hatta ini baru pertama kali diperintahkan oleh Herman Tino untuk menjemput narkotika jenis sabu tersebut bersama dengan Herwan alias Iwan.

Hatta dan Iwan akan diupah sebesar Rp.2.500,000 setiap bungkus yang mereka angkut. Upah itu diberikan oleh Herman Tino.

Baca Juga : Warga Malaysia Jual 30 Kg Narkoba ke Indonesia, Petani dan Nelayan di Bengkalis Sebagai Kurir

Sementara tersangka Herwan alias Iwan ini juga diajak M Hatta untuk menjemput tas ransel yang berisi 30 bungkus diduga narkotika jenis sabu atas perintah Herman.

"Dan tersangka Herman dalam melakukan aksi tersebut dia dijanjikan mendapatkan upah dari seorang berinisial L warga Malaysia sebesar Rp.150.000,000 " tukas Iptu Toni.

Dikatakan AKBP Indra Wijatmiko, Kapolres Bengkalis, para tersangka ini akan disangkakan pasal 114 (2) dan pasal 112 (2) jo PASAL 132 ayat (1) UU RI  Nomor 35 TAHUN 2009.

Ancaman hukuman Pasal 114 (2) di ancam dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun pidana denda maksimum sebagaimana di maksud pada ayat (1) di tambah 1/3 (sepertiga)  

Kemudian pasal 112 (2) di ancam dengan Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua) puluh tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di tambah 1/3 (sepertiga)

PASAL 132 Ayat (1) dia ancam dengan Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahundan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait