Perkara Korupsi PT Waskita Beton Dinyatakan Lengkap, 4 Tersangka Dijebloskan Ke Penjara

Perkara Korupsi PT Waskita Beton Dinyatakan Lengkap, 4 Tersangka Dijebloskan Ke Penjara

Penyerahan berkas PT Waskita Beton kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Dr Ketut Sumedana, Kapuspen Kejagung RI mengungkapkan bahwa perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan penggunaan dana PT. Waskita Beton Precast, Tbk dinyatakan lengkap atau tahap II.

Hal disampaikan Dr Ketut pada Selasa, 22, November, 2022, dia menjelaskan bahwa Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung telah melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti 4 berkas perkara para Tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Dibeberkan Dr Ketut, 4 berkas perkara masing-masing atas nama tersangka AW (Agus Wantoro), dia dilaksanakan Tahap II di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. 

Kemudian AP (Agus Prihatmono), dia dilaksanakan Tahap II di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Tersangka BP (Benny Prastowo) dilaksanakan Tahap II di Rutan Salemba Jakarta Pusat.

Dan Tersangka A (Anugrianto), dilaksanakan Tahap II di Rutan Salemba Jakarta Pusat.

Ke empat tersangka ini pernah menjabat atau jabatannya masing-masing diantaranya Agus Wantoro (AW) selaku Pensiunan PT. Waskita Beton Precast, Tbk sekaligus mantan Direktur Pemasaran  PT. Waskita Beton Precast, Tbk. periode 2016 sampai tahun 2020.

Kemudian Agus Prihatmono (AP) selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk. periode 2016 sampai Agustus 2020.

Benny Prastowo (BP) selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, dan Anugrianto (A) selaku Pensiunan Karyawan PT. Waskita Beton Precast, Tbk.

Baca Juga : Dua Manajer PT. Waskita Beton Precast, Tbk, Diperiksa Kejagung RI

Dibeberkan Ketut perbuatan para tersangka disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Dan Subsidiair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Setelah serah terima tanggung jawab dan barang bukti, Tim Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan keempat berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat " kata Ketut, Selasa (22/11/2022).

Sebelumnya, kata Ketut lagi, berkas perkara atas nama 4 Tersangka dalam perkara dimaksud, telah dinyatakan Lengkap secara formil dan materiil (P-21) pada, Senin, 21, November, 2022, usai dilakukan penelitian oleh Jaksa Peneliti pada Direktorat Penuntutan JAM Pidsus Kejaksaan Agung.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait