Dosen Hukum Pidana Trisakti Apresiasi Keberanian Kejagung Tetapkan Johnny G Plate TSK

Dosen Hukum Pidana Trisakti Apresiasi Keberanian Kejagung Tetapkan Johnny G Plate TSK

Azmi Syahputra, Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti (foto Ist)

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Azmi Syahputra, dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti mengapresiasi keberanian Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang telah menetapkan dan menahan Menteri Komuniikasi dan Informatika Johnny G Plate pada Rabu (17/5/2023) kemarin. Langkah Kejagung RI tersebut kata Azmi mendukung penegakan hukum berkualitas dan Profesional.

"Kejaksaan Agung (Kejagung) RI layak diapresiasi atas keberanian dan ketegasan menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate sebagai tersangka dan seketika pula melakukan penahanan dalam kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo dengan dugaan kerugian negara Rp 8 Triliyun " kata dia kepada bukamata.co, Kamis (18/5/2023) di Jakarta.

Nilai dugaan korupsi tersebut kata Azmi angka yang besar, apalagi dilakukan oleh Menteri nya sendiri. Sehingga kata dia kejaksaan harus melakukan penuntutan dan menerapkan sanksi pidana yang lebih tinggi dan berat kepada para pelakunya.

Johnny kata dia jelas sudah melakukan penyalahgunaan jabatannya sebagai Menteri..

Baca Juga : Dikorupsi Johnny G Plate Dkk, Proyek BTS 4G Kemenkominfo Untuk Masyarakat di Kawasan Tertinggal

"Langkah konkrit dan keberanian ini harus diakui pula sebagai upaya penegakan hukum yang berkualitas dan menjadikan trend kejaksaan tumbuh positif " ujar dia.

Kepercayaan publik kata dia akan kembali meningkat pada Kejaksaan, sehingga wajar saja korps Adhyaksa itu menempatkan diri pada posisi terbaik dan tertinggi di antara lembaga penegak hukum lainnya.

Menurut Azmi, dengan penetapan Johnny G Plate jadi Tersangka yang masih menjabat, hal itu menjadi  bukti bahwa kejaksaan independen, profesional,  objektif.

Hal itu juga kata dia sekaligus dimaknai sebagai bahwa Kejaksaan Agung memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Dimana dampaknya masyarakat lebih banyak melaporkan pengaduan pada Kejaksaan Agung.

Baca Juga : Kejagung RI Tegaskan Penetapan Johnny G Plate Sebagai TSK Tidak Ada Unsur Politik

"Sekaligus dapat dikatakan proses transformasi Kejaksaan Agung dibawah kepemimpinan  ST Burhanuddin sampai saat ini semakin tumbuh dan berhasil merebut dukungan publik dengan kinerja -kinerja nyata dan ketegasannya dalam memimpin institusi Kejaksaan Agung " tukas Azmi.

Sebelumnya diberitakan, Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) resmi ditetapkan sebagai Tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 1, 2, 3, 4 dan 5 BAKTI sejak tahun 2020-2022.

Usai ditetapkan Tersangka, Johnny G Plate langsung dipasangkan rompi pink warna khas baju tahanan Kejagung untuk ditahan. Tangan dia juga diborgol saat keluar dari Kejagung dan digiring masuk mobil tahanan.

Sebelumnya,  Johnny G Plate diperiksa pada Selasa (14/2/2023) dan Rabu (15/3/2023) lalu dalam kapasitas sebagai saksi. Diketahui, kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp 8 triliun.

Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan lima orang tersangka. Salah satunya Direktur Utama (Dirut) Bakti Kominfo Anang Achmad Latif (AAL).

Dan empat tersangka lainnya adalah Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali (MA), Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan (IH).

Serta, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galubang Menak (GMS); dan Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020, Yohan Suryanto (YS).

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait