Kades Jud II Bantah Ancam Wartawan

Kades Jud II, Kahar Muzakar (Kemeja Cokelat) Saat Melakukan Klarifikasi Kepada PWI .

Bukamata.co, Muba – Kepala desa (Kades) Jud II kecamatan Sanga Desa Kahar Muzakar bantah dirinya telah melakukan pengancaman terhadap Wartawan BiTv. Menurutnya,  tak mungkin melakukan pengancaman terhadap wartawan, karena dirinya pernah menjadi wartawan selama 13 tahun di salah satu media di provinsi Jambi.

“Dalam hal ini saya, Kahar Muzakar yang di dampingi perangkat desa, Rudi dan Madi,  menegaskan bahwa itu tidak benar dan itu sama sekali tidak saya ucapkan mengancam wartawan BiTv, karena mana mungkin seorang kepala desa bersikap secara kasar maupun tindakan mengancam wartawan, sedangkan saya faham kode etik seorang wartawan, serta profesi jurnalis. Jangankan mengancam, menghalangi tugas wartawan saja sudah terkena dampak hukumnya,” ujarnya.
Kahar juga mengatakan bahwa dirinya menanyakan siapa yang menjadi sumber atau yang memberi keterangan pada wartawan. Dirinya juga mengatakan permasalahan hasil dari perkebunan sawit desa itu, sudah jelaskan pada saat rapat desa dan menurutnya, tidak ada masyarakat yang merasa keberatan saat itu.

Seperti yang diberitakan kemaren, Selasa (14/1/20), menurut Herlin Kosaisi ketua PWI muba bahwa dirinya menyesalkan perihal itu (dugaan pengancaman), serta mempertanyakan mengapa masalah itu terjadi. “Semestinya kades tidak arogan saat dikomfirmasi oleh wartawan, apa lagi sampai mengancam akan menikam oknum wartawan yang sedang melakukan tugas liputan. Ini sangat melanggar Undang Undang Pers no 40 thn 1999,”kata Herlin Kosaisi.
Herlin juga mengatakan perihal ini akan bawa ke pihak yang berwajib, agar permasalahan seperti serupa tidak akan terjadi lagi. Mengingat wartawan yang menjalankan tugasnya itu di lindunggi oleh Undang-Undang.

Loading...

Seperti yang dilansir media ini beberapa waktu lalu, oknum kades desa Jud II kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) diduga telah melakukan pengancaman terhadap wartawan Buana Informasi Tv (BiTv) saat yang bersangkutan melakukan komfirmasi seputaran dana pendapatan Asli desa (PAD). Menurut informasi yang didadapt, oknum kades tersebut berkoar-koar sampai mencari ke kantor kecamatan sanga desa, seraya berpesan, jika berita dinaikan dia akan tusuk atau dia tembak oknum wartawan BiTv.

Sebenarnya, wartawan BiTv sedang melakukan konfirmasi kepada Masyarakat desa Jud ll yang mempertanyakan permasalahan dugaan tidak transparannya realisasi dana pendapatan asli desa (PAD), yang bersumber dari plasma PT Wana Potensi Guna (WPG) seluas 35 Ha. Menurut informasi, hal tersebut berlangsung sejak dari ditetapkan pemerintah kabupaten Musi Banyuasin tahun 2016 hingga sekarang.

Salah satu warga berinisial Y menjelaskan bahwa bahwa, dana PAD dari plasma PT WPG diperkirakan  terkumpul sejumlah Rp 570.000 perhektar. “Jika dikalikan 35 Ha perbulan masuk ke kas desa sebesar Rp 19,950,000 jadi kalau satu tahun PAD desa sebesar Rp 239.400.000 Dikalkulasi selama 3 tahun berjumlah Rp. 718.200.000,” tandas Y

Editor Rinaldi

Laporan Hadi S

 

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here