Ini 6 Ujaran Kebencian Yang Dilarang Dilakukan PNS, Menurut BKN

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) merincikan 6 hal menyangkut ujaran kebencian yang tidak boleh dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika tetap juga dilakukan, BKN akan melakukan sanksi tegas bagi individu yang melanggar.
Apel ASN di Pepmrov Riau beberapa waktu lalu

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) merincikan 6 hal menyangkut ujaran kebencian yang tidak boleh dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika tetap juga dilakukan, BKN akan melakukan sanksi tegas bagi individu yang melanggar.

Dalam siaran pers BKN, melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) nya M. Ridwan Jumat (18/5), dimana keenam bentuk ujaran kebencian itu adalah:

Pertama, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;

Loading...

Kedua, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan;

Ketiga, menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian(pada poin 1 dan 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya);

Baca Juga Ini Ancaman BKN Kepada PNS Yang Sebar Ujaran Kebencian di Media Sosial, Jika Menemukan Lapor Kesini

Keempat, mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;

Kelima, mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah; dan

Keenam, menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana pada poin kesatu dan kedua dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial.

“ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pada poin 1 sampai 4 dijatuhi hukuman disiplin berat dan ASN yang melakukan pelanggaran pada poin 5 dan 6 dijatuhi hukuman disiplin sedang atau ringan,” tegas M. Ridwan seraya menambahkan, penjatuhan hukuman disiplin dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan yang dilakukan oleh ASN.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Guna meredam merebaknya ujaran kebencian dan guliran liar isu yang berkaitan dengan intoleransi di media sosial, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan mem-posting ujaran kebencian dan isu intoleransi.

“BKN akan memproses dan menindak tegas PNS yang kedapatan menyalahgunakan media sosial sebagai alat untuk menyebarluaskan ujaran kebencian dan isu intoleransi,” kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana, di Kantor Pusat BKN, Jakarta Senin (14/5) lalu.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here