Jenderal Polisi Purnawiran Bintang Empat Ini Keberatan Namanya Dikait-kaitkan Pilpres 2024

Tito saat meninjau Posko Bencana Banjir di GOR Pancoran Kelurahan Pengadekan Jakarta Selatan, Selasa (07/01/2020).
Tito saat meninjau Posko Bencana Banjir di GOR Pancoran Kelurahan Pengadekan Jakarta Selatan, Selasa (07/01/2020).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ingin fokus bekerja mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tak tertarik dengan politik praktis, itu alasan mantan Kapolri Tito Karnavian yang keberatan namanya dikait-kaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pasalnya beredarnya sebuah video di sosial media disebar oleh pegiat media sosial Rudi S Kamri dan menampilkan Jenderal Polisi bintang empat itu yang saat ini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terganggu karena namanya diseret-seret dalam agenda politik lima tahunan itu.

Pernyataan itu disampaikan Tito kepada Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi yang merupakan sahabatnya di Jakarta, Senin (6/1) dilansir dari rmol.id.

Loading...

Diceritakan Bursah, Tito tegas mengatakan bahwa tidak memiliki gen politik dan tidak tertarik dengan politik praktis.

“Jadi Pak Tito mohon kepada siapapun agar tidak menarik-narik namanya dalam isu-isu politik seperti itu,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa Tito ingin fokus mengabdi kepada bangsa Indonesia dengan membantu Presiden Jokowi mewujudkan visi besarnya menuju Indonesia Maju sesuai tupoksinya sebagai Mendagri.

Karena tantangan sebagai Mendagri tak mudah dengan memastikan kebijakan Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia sejalan dengan kebijakan pusat, terutama dalam hal penyederhanaan izin untuk mendukung investasi, sinkronisasi Perda, reformasi birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan pengelolaan dana desa berbasis IT.

“Melihat video itu, Pak Tito merasa agak terganggu,” tandasnya.

Sebelumnya beredar video yang beredar, Rudi S Kamri mengatakan, berdasarkan Survei LSI Deny JA, Anies Baswedan adalah sosok yang paling potensial merebut tampuk kepemimpinan nasional 2024. Sementara dari kubu koalisi pemerintah masih remang-remang.

“Ada Pak Tito, ada Pak Ganjar. Ada Pak Denny Siregar, ada Pak Ade Armando, gitu ya. Kalau Pak Ade jadi presiden, wakilnya Fahira pasti. Itu akan damai Indonesia,” jelas Rudi berseloroh.

Editor Rikmal Hadi
sumber rmol.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here