Anies Baswedan Digugat Warga Jakarta

Diarson Lubis SH Perwakilan Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020
Diarson Lubis SH Perwakilan Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Diarson Lubis, SH, Alvon K. Palma, SH, Ridwan Darmawan, SH, Pitri Indrianingtyas, SH, Azas Tigor Nainggolan, SH, MSi, MH, Noni T. Purwaningsih SH MH, mereka tergabung dalam Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 menyatakan akan menghimpun warga ibukota, yang menjadi korban kegagalan kepemimpinan Anies Baswedan dalam melindungi masyarakat dari ancaman bahaya.

Hal itu diungkapkan oleh Diarson Lubis SH kepada bukamata.co Senin sore (6/1) dalam keterangan persnya.

“Banjir besar kali ini disebabkan tidak bekerjanya aparat Pemprov Jakarta secara baik. Hal itu dapat dilihat dari ketidaksiapan warga Jakarta dalam menghadapi datangnya banjir Jakarta pada 1 Januari 2020” ungkap Diarson.

Loading...

Akibat kelalaian itu, terangnya Jakarta menjadi lumpuh, sementara warga harus berjuang sendiri menghadapi banjir.

Sementara lanjut Diarson, warga Jakarta tidak mendapatkan informasi dini (early warning system) serta bantuan darurat (emergency respon) secara baik dari Pemprov Jakarta.

“Tidak ada informasi dini dan bantuan darurat yang baik itu disebabkan oleh ketidak mampuan bekerja secara baik dan kelalaian Pemprov DKI Jakarta, atau Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam mengendalikan atau meminimalisir dampak serta kerugian akibat banjir Jakarta 2020” ujar dia.

“Akibatnya sudah terlihat, Jakarta lumpuh, jatuh korban jiwa dan kerugian materil maupun imateril yang sangat besar” ujarnya.

Untuk mencegah dan menghentikan terulangnya kembali dampak buruk dan kerugian besar akibat banjir seperti yang terjadi pada 1 Januari 2020, maka lanjut Diarson perlu adanya dilakukan sebuah upaya hukum dari masyarakat agar ada efek jera atau pembelajaran bagi pemangku kebijakan terkait.

“Dalam hal ini Pemprov Jakarta cq. Gubernur Jakarta Anies Baswedan” tegas dia.

Diterangkan Diarson, beberapa upaya hukum yang dapat ditempuh diantaranya adalah warga bisa menggugat dan mengajukan gugatan perdata yakni berupa tuntutan ganti rugi bagi para korban banjir melalui mekanisme Class Action.

“Bersama ini kami Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020 siap menjadi kuasa hukum atau advokat bagi warga Jakarta yang hendak menggugat secara perdata pemprov Jakarta cq. Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke pengadilan” terang dia.

Kepada warga Jakarta yang menjadi korban dan dirugikan baik terdampak langsung maupun tidak langsung atas bencana banjir besar Jakarta 2020 kali ini, dijelaskan Diarson agar dapat memberikan data.

Dengan rincian sebagai berikut :

1. Nama, alamat, no tlp/HP, KTP DKI
2. Rincian dan perkiraan jumlah kerugian
3. Foto-foto bukti kerugian
4. Waktu kejadian/peristiwa sama yakni tanggal 1 Januari 2020

“Dan dikirim ke email [email protected], atau bisa juga melalui pesan singkat hanya melalui aplikasi Whatsapp di 0812 9081 9761. Data dan pengaduan tersebut kami tunggu selambatnya Kamis, 9 Januari 2020” tukasnya.

Selain itu juga diterangkan oleh Diarson bahwa korban banjir tidak dipungut biaya apapun untuk mendapat pendampingan mereka.

Editor Brury MP
Laporan Wilson

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here